JD 7. Kamma: Analisis Lebih Jauh
29 Oct 2018 In Jendela Dhamma By
Kamma membentuk sifat, karakter dan kebiasaan-kebiasan seseorang. Kita adalah makhluk yang terkondisi; yang dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang muncul melalui reaksi-reaksi kita. Tiap-tiap individu mempunyai reaksi yang berbeda-beda terhadap satu objek yang sama. Hal ini terjadi karena kamma mempunyai suatu kekuatan untuk membentuk kualitas psikologis seseorang. Kamma adalah aktivitas yang ...
Read More
JD 6. Kamma adalah Kehendak
22 Oct 2018 In Jendela Dhamma By
“Para bhikkhu, saya katakan bahwa kamma adalah kehendak. Setelah berkehendak kamma diperbuat—melalui tubuh, ucapan, pikiran” Arti dari kamma adalah perbuatan. Akan tetapi, sesungguhnya bukan perbuatannya melainkan kehendak yang mendorong munculnya perbuatan, baik yang muncul melalui tubuh, ucapan maupun pikiran itulah yang disebut sebagai kamma. Oleh karena yang disebut kamma ...
Read More
JD 5. Kamma: Interpretasi Psikologis
15 Oct 2018 In Jendela Dhamma By
Kamma adalah fenomena batin dan oleh karena itu maka interpretasi kamma dari sudut pandang psikologis menjadi sangat menarik. Di dalam batin kita terdapat banyak sekali faktor-faktor-mental atau faktor-faktor psikologis. Selain kesadaran (citta) masih ada 52 faktor-mental yang bisa muncul bersama-sama. Salah satu dari 52 faktor-mental tersebut adalah kehendak (cetanā) ...
Read More
JD 4. Kamma: Menurut Buddhisme
8 Oct 2018 In Jendela Dhamma By
Apa yang dimaksud dengan hukum kamma menurut ajaran Buddha? Kamma adalah kehendak untuk melakukan satu perbuatan, baik perbuatan yang terjadi melalui pintu-tubuh, pintu-lisan maupun pintu-pikiran. Karakteristik dari hukum kamma umumnya diekspresikan melalui kalimat di bawah ini: “Apa pun benih yang ditanam, itulah buah yang akan dipetiknya.  Kebaikan untuk pelaku ...
Read More
JD 3. Kamma: Bukan Kata Lain dari Fatalisme atau Takdir
1 Oct 2018 In Jendela Dhamma By
Fatalisme adalah paham yang menganggap segala sesuatu yang terjadi sudah ditentukan terlebih dahulu oleh satu kekuatan yang tidak diketahui. Ajaran ini menekankan pada satu sikap untuk menyerahkan kehidupan ini kepada nasib. Menurut ajaran ini, manusia tidak mempunyai daya untuk melakukan sesuatu untuk mengubah nasib. Ajaran seperti ini ditolak oleh ...
Read More