Spiritual Patron

Biografi Ashin Kheminda

Lahir dari sebuah keluarga non Buddhis di Semarang, Ashin Kheminda baru mengenal ajaran Buddha secara tidak sengaja pada dekade ke-2 kehidupannya. Ketertarikannya terhadap ajaran spiritual pada saat itu membawa beliau bertemu dengan guru Buddhis pertamanya di sebuah hutan di Jawa Timur. Ketertarikannya pada meditasi membuat beliau memutuskan untuk mencari guru ke pusat-pusat meditasi mulai dari Thailand, Dharamsala – India, hingga akhirnya berlabuh di Myanmar. Di sana beliau memutuskan untuk menjadi bhikkhu dan ditabhiskan pada tahun 2004 oleh Sayadaw Jaṭila Mahāthera.

Pengalaman mengajarkan Abhidhamma sudah dimulai saat beliau mengambil gelar Bachelor di ITBMU (The International Theravãda Buddhist Missionary University) of Yangon, atas permintaan dari para bhikkhu, bhikkhuni dan sayalay yang merupakan teman kuliah dan adik kelasnya, beliau mengajarkan Abhidhamma kepada mereka di luar jam kuliah. Lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 2008, kemudian beliau diundang untuk mengajar Abhidhamma dan meditasi di Singapura sambil menyelesaikan pendidikan S2 nya di The Graduate School of Buddhist Studies di Singapura.

Saat ini beliau dikenal karena aktivitasnya dalam menyebarkan Sutta melalui kelas Pariyatti Sāsana dan pembelajaran Abhidhamma melalui dhamma talk ringan berjudul Abhidhamma Made Easy hingga kelas-kelas Abhidhamma yang terstruktur, sistematis dan akademis serta berpedoman pada kitab induk dan kitab-kitab komentarnya. Beliau juga merupakan bhikkhu yang pertama kali memperkenalkan perayaan Hari Abhidhamma di Indonesia sejak tahun 2012 di Jakarta dan sampai saat ini rutin dirayakan setiap tahunnya. Sehingga tidak salah apabila beliau dijuluki sebagai pembangkit semangat baru Abhidhamma di Indonesia

X