Seminar Abhidhamma

/ 9 Oct 2017 / In / By

Sukhī hontu,

Hari Abhidhamma adalah perayaan tradisi Theravāda yang biasa dirayakan di negara Buddhis khususnya di Myanmar. Penanggalan Myanmar dimulai pada bulan April setiap tahunnya, dan Hari Abhidhamma dirayakan bertepatan pada malam bulan purnama di bulan ke-7 (biasanya jatuh pada bulan Oktober). Hari Abhidhamma tahun ini jatuh pada tanggal 5 Oktober 2017.

Perayaan ini menandai selesainya pembabaran Abhidhamma oleh Buddha Gotama selama 3 bulan di surga Tāvatiṃsa. Pembabaran tersebut adalah sebagai wujud dari balas budi Buddha Gotama kepada Ibundanya, Dewi Mahā Mayā, yang saat itu telah terlahir kembali di surga Tusitā.

Dhammavihari Buddhist Studies (DBS)—A one stop Dhamma House yang dibimbing oleh spiritual patron YM Ashin Kheminda—memperingatinya pada hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2017 di DBS. Ini adalah untuk kedua kalinya perayaan Hari Abhidhamma di DBS.

Tahun ini, DBS memperingati Hari Abhidhamma dengan menyelenggarakan seminar “ABHIDHAMMA – THE HIDDEN TREASURES” (HARTA KARUN YANG TERSEMBUNYI). Bapak Kadek Yudi Murdana, Master in Abhidhamma, dosen STIAB Kertarajasa menjadi keynote speaker pada acara ini.

Acara seminar juga diisi dengan presentasi oleh murid-murid Abhidhamma yang telah mempelajari materi Abhidhamma secara terstruktur dari Ashin Kheminda sejak Februari 2016 hingga sekarang. Para murid tersebut telah menempuh pelajaran selama 4 semester dari rencana 9 semester.

Banyak manfaat yang telah diperoleh para murid Abhidhamma, oleh karenanya mereka ingin berbagi pengalaman dari pelajaran yang diperoleh maupun hasil implementasi pengetahuan Abhidhamma di dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sejak pukul 16:30, para peserta seminar telah mulai berdatangan di DBS. Tepat pukul 17:00, Acara dimulai dengan pembacaan Pubbabhāganāmakāra oleh Magdalena, dilanjutkan penjelasan jadwal acara oleh MC Bapak Indra Alirusin. YM Ashin Kheminda kemudian memasuki ruangan yang diikuti oleh Bapak Kadek Yudi Murdana.

Pidato pembukaan dibacakan oleh Bapak Haryo Suparmun dan dilanjutkan dengan sesi pertama presentasi oleh murid-murid Abhidhamma.

Sesi 1 dipandu oleh moderator Ricky Guntoro, dengan menampilkan 3 presentan, yaitu:

  1. Pik Ling Husin dengan topik “Kebenaran Konvensional dan Kebenaran Hakiki”,  presentan memaparkan perbedaan antara kebenaran konvensional dengan kebenaran hakiki. Dari kedua kebenaran tersebut, yang dipelajari di Abhidhamma adalah kebenaran hakiki yang terdiri dari kesadaran, faktor-faktor-mental, materi dan Nibbāna.
  2. Pranoto Djojohadikoesoemo dengan topik “Lobhamūlacitta”. Penjelasan tentang sifat keserakahan ini, dijabarkan dengan detil oleh Bapak Pranoto mulai dari definisi, konsep dari keserakahan dalam kehidupan sehari-hari sampai dengan cara mengatasinya.
  3. Handy Wijaya melanjutkan dengan mengulas tentang “Dosamūlacitta & Mohamūlacitta”. Karakteristik dan sebab terdekat dari kebencian, antipati dan delusi dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh Bapak Handy disertai dengan contoh yang sering ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari, namun kita tidak menyadari bahwa itu adalah kesadaran tidak baik yang berakar pada kebencian dan delusi.

Setelah selesai pemaparan sesi 1, diadakan diskusi berupa tanya jawab dari peserta yang hadir.

Pada awal sesi kedua, diputar video testimoni yang sudah disiapkan oleh tim multimedia DBS yaitu Aca Chandra dan Wahyu. Testimoni berasal dari murid-murid Abhidhamma mengenai pengetahuan tentang Abhidhamma dan manfaatnya setelah diterapkan dalam keseharian hidup mereka

Presentasi sesi 2 dipandu oleh Elianti sebagai moderator dengan menampilkan 3 presentan, yaitu:

  1. Priyashiva Akasa Dwijendra dengan tema paparan Manfaat Abhidhamma dalam menganalisis kesadaran bermeditasi”. Faktor-faktor jhāna dan lima rintangan batin dijelaskan pada presentasi ini dengan beberapa contoh yang merupakan pengalaman pribadi.
  2. Yohendy mempresentasikan ”Meraih Bahagia dengan Abhidhamma” . Presentan ini menguraikan tentang apa pun buah karma yang kita terima baik dari proses kognitif pintu pancaindra maupun proses kognitif pintu batin, seharusnya ditanggapi dengan perhatian yang bijaksana agar tidak memunculkan karma buruk yang baru.
  3. Yulia Suanda mengulas “Memahami Kerja Batin dan Delusi tentang AKU yang kekal.” Kehidupan saat ini yang penuh dengan hal-hal yang serba instan telah membuat kita cenderung merasa harus dipuaskan. Hal-hal tersebut membuat Ego bertambah kuat, nilai-nilai spiritual kalah dengan nilai materialisme. Bagaimana kita harus menyikapinya? Hal ini dijelaskan dengan baik oleh Ibu Yulia Suanda.

Sesi kedua ditutup dengan diskusi.

Pukul 20:10, Bapak Kadek Yudi Murdana sebagai pembicara utama malam ini memulai ulasan yang diikuti dengan diskusi. Beliau memaparkan apa yang dipelajari di Abhidhamma, sesuatu yang kita sebut indah apakah juga akan indah bila hal tersebut berubah? Bahaya dari objek yang kita anggap indah akibat persepsi yang terdistori sangat besar karena dapat memunculkan nafsu keinginan pelekatan, kesombongan dan pandangan salah yang hanya akan memperpanjang lingkaran kelahiran dan kematian kita. Abhidhamma sebagai harta karun menunjukkan kepada kita cara untuk keluar dari bahaya tersebut.

Pukul 21:20, Ashin Kheminda menutup perayaan Hari Abhidhamma dengan ceramah singkat dan pelimpahan jasa. Beliau sangat mengapresiasi acara yang edukatif ini dan berterima kasih kepada para presentan, panitia dan peserta seminar.

Keseluruhan acara ditutup dengan pembagian plakat dan sertifikat serta foto bersama.

Perayaan kali ini yang dipersiapkan sejak 3 bulan lalu dan melibatkan panitia yang mengurus acara, konsumsi, dokumentasi, propagasi dan lain-lain. Jumlah yang hadir pada saat acara berlangsung adalah sekitar 95 orang.

Buddhasāsanaṃ ciraṃ tiṭṭhatu

Semoga Buddha Sāsana lestari.

X