Turut Ber-Saṃvega Citta: Romo Tonny Tambara

/ 11 Dec 2017 / In / By

Keluarga besar Dhammavihārī Buddhist Studies (DBS) turut ber-saṃvega citta atas meninggalnya Romo Tonny Tambara atau yang dikenal dengan sebutan Romo Acing pada tanggal 4 Desember 2017, pada usia 72 tahun. Beliau adalah ayahanda dari Sayalay Khemāvamsi, yaitu salah satu murid Ashin Kheminda yang sedang menempuh pendidikan monastik di Myanmar.

Ayahanda Sayalay Khemāvamsi merupakan pelopor pendiri Vihara Buddha Dharma Dipa Metro, Lampung, pada tahun 1983. Nilai spiritual hidupnya yang bisa menjadi panutan adalah pengabdian beliau dalam pengembangan Buddha Dhamma. Sejak mengenal agama Buddha dari mendiang Ashin Jinarakkhita di Vihara Sakyavanaram, Cipanas, mendiang Romo Tonny Tambara mulai mengabdikan dirinya untuk aktif dalam mendukung pengembangan Buddha Dhamma dan sokongan terhadap Saṅgha. Tidak hanya mendirikan Vihara Buddha Dharma Dipa Metro, Lampung, beliau juga menjadi panutan untuk komunitas Pandita di Propinsi Lampung hingga saat ini.

Tidak berhenti sampai di sana, mendiang Romo Tonny Tambara juga memprakarsai ide dāna mettā yang membantu umat yang ditimpa musibah dan kemalangan. Mendiang juga mendukung penuh keputusan anak ketiganya, yaitu Sayalay Khemāvamsi untuk menjalani kehidupan kebhikkhuan hingga saat ini. Hingga di akhir hayatnya, yaitu sehari sebelum kepergian selama-selamanya, mendiang juga masih aktif mengikuti pelatihan untuk Pandita di luar kota Lampung, yaitu di Panjang. Begitu banyak sikap positif dari mendiang yang patut kita teladani.

Semoga almarhum terlahir di alam yang penuh dengan kebahagiaan dan secepatnya merealisasi Nibbāna.

Sādhu.. sādhu.. sādhu..