Ovāda Ashin Visuddha

/ 5 Jun 2018 / In Writing / By

Ovāda Ashin Visuddha
Diberikan kepada para dāyaka dan dāyikā yang berdana makan pagi di DBS

Jakarta, 4 Juni 2018
(diterjemahkan oleh Ashin Kheminda)

Kita sepatutnya mengupayakan atau memperoleh empat hal ini setiap hari di dalam kehidupan, yaitu:
1. Kebajikan ( puñña), yaitu melakukan kebajikan setiap hari.
2. Kesejahteraan: setiap hari bekerja dengan baik atau menjalankan/mempertahankan bisnis dengan baik demi kesejahteraan tanpa adanya pelanggaran sīla. Untuk hal ini tentu Anda lebih mengerti bagaimana caranya mengurus pekerjaan atau bisnis Anda dibandingkan Bhante.
3. Kebijaksanaan ( paññā): setiap hari meningkatkan kebijaksanaan atau pengetahuan. Tidak hanya pengetahuan Dhamma melainkan juga pengetahuan sekuler yang berkaitan dengan kehidupan Anda.
4. Kesehatan: Setiap hari kita senantiasa menjaga kesehatan dengan mengetahui keadaan tubuh kita, apa yang cocok dan tidak cocok, bagaimana pengaruh cuaca terhadap tubuh kita, dll.

Tentang kebajikan ( puñña)

Ditinjau dari segi Abhidhamma, melakukan kebajikan setiap hari melalui kemunculan salah satu dari 21 kusala citta, yaitu 8 mahākusala citta, 9 mahaggata kusalacitta dan 4 maggacitta.

Sedangkan apabila ditinjau dari sudut Suttanta, melakukan kebajikan adalah melakukan salah satu dari 10 landasan perbuatan baik atau dasapuññakiriyavatthu.

(Pada kesempatan ini Bhante hanya sempat menjelaskan 3 dari 10 landasan kebajikan)

1. Dāna
Tradisi di Myanmar, setiap pagi umat selalu mempersembahkan air, bunga, buah-buahan atau makanan (setelah memasak mereka akan menyisihkan sebagian makanan untuk dipersembahkan) kepada Buddharūpa. Ashin Kheminda menambahkan betapa berdana kepada Buddharūpa sangatlah bagus. Banyak contoh untuk dana jenis ini berbuah dengan menghasilkan kelahiran sebagai manusia atau bhikkhu dan menopang pencapaian jhāna, magga dan phala. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan setiap umat memiliki altar di rumah sehingga setiap pagi bisa melakukan kebajikan yang sangat baik ini. Akan tetapi hendaknya umat juga mempunyai pandangan benar bahwa hal ini bukan berarti berdana kepada Buddharūpa memiliki nilai magis sehingga hanya mau berdana kepada Buddharūpa saja.

Dana air adalah yang paling murah sehingga mudah untuk dilakukan oleh kita semua (Ashin Kheminda menyarankan untuk mempersembahkan teh karena memerlukan usaha [ viriya] yang lebih banyak). Berdana juga termasuk bersedekah kepada pengemis yang ditemui di sepanjang hari.

2. Sīla
Berapa sīla yang Anda latih setiap harinya? Lima? Itu adalah yang paling dasar. Pada saat-saat tertentu latihlah delapan atau sembilan sīla. Ada dua cara dalam mengambil sīla, yaitu bisa hanya dengan mengucap Pañcasīlaṃ samādiyāmi atau mengucapkan tiap-tiap sīla dari Pañcasīla yang biasa dilakukan. Bila kita hanya mengucapkan Pañcasīlaṃ samādiyāmi, maka apabila kita melanggar salah satu dari lima sīla dengan demikian kita juga melanggar semua sīla.

Akan tetapi kalau kita menyebutnya satu per satu maka bila melanggar satu sīla masih ada 4 lainnya yang aman. Mengambil sīla sebaiknya dilakukan atau diucapkan setiap pagi hari dengan tujuan untuk menambah semangat dan tekad untuk menjalankan sīla. Setiap malam hari jangan lupa untuk merenungkan atau mengevaluasi apakah hari ini terjadi pelanggaran sīla atau tidak. Bila terjadi pelanggaran maka bertekadlah untuk tidak melakukannya lagi. Apabila tidak ada pelanggaran sama sekali berarti Anda adalah seorang Silavant (orang yang bermoral) dan kemudian jangan lupa untuk mengucapkan aspirasi, “Semoga dengan kekuatan kebajikan dari menjalankan sīla ini, saya dapat terbebas dari segala bentuk penderitaan atau semoga kebajikan tersebut bisa menjadi pendukung untuk pencapaian Nibbāna.”

Ada dua cara dalam menjalankan sīla yaitu:
a. Mengamalkan sīla pada saat kesempatan hadir ( sampatta sīla): pengamalan sīla jenis ini terjadi pada seseorang yang tidak bertekad atau mengambil sīla sebelumnya, akan tetapi saat ada kesempatan untuk melanggar sīla, dia tidak jadi melakukannya. Contohnya (dari Ashin Kheminda): seseorang yang sebelumnya tidak mengambil sīla kemudian saat hendak menepuk nyamuk tiba-tiba ingat tidak boleh membunuh dan tidak jadi melakukannya.
b. Mengamalkan karena pengambilan sīla ( samādāna sīla): pengamalan jenis ini terjadi pada seseorang yang sudah mengambil sīla sebelumnya dan kemudian mengendalikan diri untuk tidak melakukan pelanggaran sīla.

Di antara kedua sīla tersebut mana yang lebih besar manfaatnya? Yang lebih besar manfaatnya adalah samādāna sīla.

3. Bhāvanā
Ada banyak cara untuk bermeditasi, namun Bhante menjelaskan dua jenis bhāvanā yaitu Buddhānussati bhāvanā dan Mettā bhāvanā.

Setiap bangun pagi begitu buka mata (sebelum turun dari tempat tidur) langsung melakukan perenungan terhadap keluhuran dari Buddha dengan mengucapkan Namo Buddhassa, Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammā Sambuddhassa, itipi so bhagavā dst atau dengan mengucapkan Arahaṁ sammāsambuddho bhagavā. (tambahan dari Ashin Kheminda harus mengetahui makna dari kalimat yang diucapkan supaya makna dari kalimat yang kita ucapakan meresap di dalam hati).

Setelah mencuci muka dan membersihkan mulut, kembali ucapakanlah kalimat tersebut. Hal ini dilakukan sebelum melakukan pembicaraan dengan siapa pun. Saat melakukan aktivitas sehari-hari setiap ada kesempatan lakukan Buddhānussati dan juga Mettā bhāvanā (dengan mengucapkan Brahmavihārapharaṇā). Hal ini jauh lebih baik daripada kita bernyanyi atau bercakap-cakap karena bhāvanā akan membawa manfaat yang sangat baik untuk perkembangan batin.

Demikian juga pada malam hari sebelum tidur lakukan Mettā bhāvanā. Walaupun Anda mengalami kesulitan untuk tidur, jangan merasa khawatir, sebaliknya bersyukurlah karena Anda mendapatkan kesempatan untuk berlatih Mettā bhāvanā lebih lama lagi. Dalam keadaan seperti itu berlatihlah terus walau hingga larut malam, karena hal ini akan menenangkan batin Anda dan pada keesokan harinya Anda akan merasa segar dan bahagia.

Bila kita dapat memperoleh keempat hal di atas, maka hari tersebut adalah hari yang sangat bermakna. Akan tetapi bila tidak memperoleh empat, maka upayakan tiga, dua atau satu. Bila tidak sama sekali maka hari tersebut merupakan hari yang menjijikkan atau hari yang tidak bermakna.

Buddha sāsanaṁ ciraṁ tiṭṭhatu
(Semoga Ajaran Buddha Lestari)

Sādhu..sādhu…sādhu