Glossary

All | A B C D G I J K L M N O P R S T U V Y
There are currently 186 names in this directory
Abhidhamma
Ajaran yang lebih tinggi dan berbeda dari Sutta dalam hal model penjabaran Dhamma. Seringkali disebut sebagai ajaran filsafat psikologi Buddhis.

Abhijjhā
Ketamakan

Abhiññā
Pengetahuan-lebih-tinggi, kesaktian, pengetahuan langsung.

Abyākata
Tidak-ditentukan.

Adukkhamasukha
Bukan-ketidaknikmatan-bukan-kenikmatan; terminologi untuk perasaan netral.

Ahosi
Ada di masa lalu. Kamma yang ahosi adalah kamma yang ada di masa lalu dan tidak ada di masa sekarang (tidak berbuah).

Anāgāmī
Seorang yang tidak kembali lagi ke alam indriawi. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang telah mencapai tingkat kesucian ketiga di dalam Buddhisme.

Anaññātaññassāmītindriya
Indriya atau daya keyakinan, “Saya akan memahami yang tidak diketahui;” indriya yang muncul bersama dengan Jalan Sotāpatti yang memahami Empat Kebenaran Mulia untuk pertama kalinya.

Anantarapaccaya
Pengkondisian tanpa-jeda.

Ānantariyakamma
Kamma tanpa-antara (kamma yang langsung berbuah di kehidupan persis setelah kehidupan di mana kamma tersebut diciptakan).

Ānāpana paṭibhāga nimitta
Tanda serupa untuk nafas-masuk dan nafas-keluar yang menjadi objek jhāna buat mereka yang bermeditasi ānāpanasati.

Ānāpānassati
Perhatian penuh terhadap nafas masuk dan nafas keluar.

Anatta
Bukan-diri.

Anicca
Tidak kekal.

Anittha
Tidak-diidamkan.

Aniṭṭhamajjhattārammaṇa
Objek yang agak tidak menyenangkan.

Aniṭṭhārammaṇa
Objek yang tidak menyenangkan.

Aññamaññā paccaya
Pengkondisian yang-saling-mendukung.

Aññindriya
Daya pengendali untuk pengetahuan yang disempurnakan; pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan tentang Empat Kebenaran Mulia yang mengalami penyempurnaan di tiga Jalan yang lebih tinggi, yaitu Jalan Sakadāgāmī, Jalan Anāgāmī dan Jalan Arahatta.

Anuloma
Cocok, sesuai urutan.

Anusaya
Kecenderungan/tendensi yang tertidur, sifat laten.

Apāya
Alam-tanpa-kebahagiaan, yaitu alam neraka, kerajaan binatang, alam hantu dan alam jin.

Appanā samādhi
Absorpsi, jhāna.

Arahat
Seseorang yang pantas menerima persembahan, orang yang telah mencapai tingkat pencerahan tertinggi, orang suci yang telah menghancurkan semua kekotoran-batinnya.

Ariyasaṅgha
Komunitas para bhikkhu atau bhikkhuṇī yang sudah mencapai kesucian.

Arūparāga
Hasrat terhadap kehidupan nonmateri.

Arūpāvacara citta
Kesadaran lingkup-nonmateri.

Arūpāvacara jhāna
Jhāna tingkatan non-materi.

Asaññasatta
Makhluk-tanpa-batin.

Āsava
Noda batin, kekotoran batin yang memancar keluar: (1) kāmāsava (noda batin kenikmatan inderawi); (2) bhavāsava (noda batin eksistensi); (3) diṭṭhāsāva (noda batin pandangan-salah; (4) avijjāsava (noda batin ketidak-tahuan).

Asekkha
Siswa suci yang tidak perlu berlatih lagi; istilah untuk para Arahat.

Asura
Jin, setan

Ati-ittha
Sangat-diidamkan.

Aṭṭhakathā
Kitab komentar, kitab tafsir.

Atthapaññatti
Konsep-makna.

Avīci
Salah satu neraka yang paling dalam.

Avijjā
Ketidaktahuan, kebodohan.

Bhagavā
Guru Agung.

Bhaṅga
Kelenyapan, penguraian.

Bhāvanā
Pengembangan batin; istilah untuk meditasi samatha maupun meditasi vipassanā.

Bhavaṅga
Faktor-kehidupan, bawah sadar.

Bhavarāgānusaya
Kecenderungan akan nafsu terhadap kehidupan atau eksistensi.

Bhikkhu
Biarawan, rahib Buddha.

Brahmā
Dewa Brahmā, makhluk yang hidup bahagia dan tanpa cela penghuni alam surga yang lebih tinggi (alam Brahmā), sering dipersonifikasikan sebagai pencipa alam semesta.

Brahmāvihāra
Kediaman Brahmā, yaitu empat kualitas batin yang merupakan kualitas hati para Brahmā, yaitu mettā (cinta kasih), karuṇā (welas asih), mudita (simpati) dan upekkhā (ketenangan).

Buddhasāsana
Ajaran dari Buddha.

Byāpāda
Pikiran jahat.

Cakkavāḷa
Sistem dunia, galaksi.

Cakkhindriya
Indra-mata.

Cakkhupasāda
Pengindra-mata, kornea mata.

Cakkhuviññāṇa
Kesadaran-mata. Kesadaran yang berfungsi untuk melihat.

Catubhummakā
Empat bumi, yaitu kāmabhūmi, rūpabhūmi, arūpabhūmi dan lokuttarabhūmi.

Catuparisā
Empat majelis, yaitu komunitas bhikkhu, komunitas bhikkhuṇī, para umat laki-laki (upāsaka) dan para umat perempuan (upāsikā).

Cetanā
Kehendak, motif untuk melakukan sesuatu. Cetanā juga disebut sebagai kamma.

Cetasika
Faktor mental.

Cetasika pakiṇṇaka
Faktor mental sesekali.

Cittakhaṇa
Satu momen kesadaran.

Deva
Dewa (makhluk yang bercahaya), raja.

Dhamma
Ajaran Buddha, doktrin, kebenaran.

dhamma (dengan ‘d’)
Dhamma dengan ‘d’ bisa berarti apapun, segala fenomena.

Dhammarammaṇa
Objek-dhamma, objek-batin.

Dhammavicaya sambojjhaṅga
Faktor pencerahan yaitu investigasi terhadap dhamma.

Dhammavinaya
Disiplin monastik dan Doktrin; ajaran Buddha.

Diṭṭhi
Pandangan-salah.

Domanassa vedanā
Perasaan tidak-senang.

Dukkha
Penderitaan, tidak memuaskan.

Dukkha vedanā
Perasaan ketidaknikmatan.

Dvipañcaviññāṇa
Dua rangkap kesadaran pancaindra, sepasang kesadaran pancaindra.

Ghānaviññāṇa
Kesadaran-hidung. Kesadaran ini berfungsi untuk mencium bau.

Indriya
Daya spiritual, daya pengendali, penguasa-spiritual

Iṭṭhārammaṇa
Objek yang menyenangkan.

Javana
Impuls, dorongan hati. Javana adalah istilah teknis di dalam proses kognitif dimana kamma diciptakan.

Jhāna
Konsentrasi/keheningan batin, absorpsi.

Jivhāviññāṇa
Kesadaran-lidah. Kesadaran ini berfungsi untuk mencicip.

Kalyāṇamitta
Teman spiritual yang baik.

Kāmabhūmi
Tingkatan alam indriawi; terdiri dari sebelas alam, yaitu empat alam apāya, alam manusia dan enam alam deva.

Kāmarāga
Hasrat-indriawi.

Kāmarāgānusaya
Kecenderungan akan hasrat indriawi.

Kāmataṇhā
Nafsu-indriawi.

Kāmāvacara citta
Kesadaran lingkup-indriawi.

Kamma
Perbuatan yang disertai oleh kehendak; karma (sansekerta).

Kappa
Siklus-dunia, satu putaran dunia, rentang waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk hancur hingga kemudian berkembang kembali dan siap untuk dihuni oleh makhluk hidup.

Kasiṇa
Keseluruhan, alat bantu untuk objek meditasi.

Kāyadvāra
Pintu-tubuh.

Kāyakamma
Kamma yang muncul melalui pintu-tubuh.

Kāyaviññāṇa
Kesadaran-tubuh. Kesadaran ini berfungsi untuk merasakan sentuhan pada tubuh.

Kāyaviññatti
Pemberitahuan melalui isyarat tubuh.

Khandha
Agregat, kumpulan.

Khaṇikā pīti
Kegembiraan yang sekejap-sekejap.

Khaṇika samādhi
Konsentrasi saat demi saat.

Khuddikāpīti
Kegembiraan minor.

Kilesa
Kekotoran batin.

Lokuttara citta
Kesadaran adiduniawi.

Maggañāṇa
Pengetahuan Jalan.

Mahābhūta
Elemen besar, terdiri dari empat elemen utama yaitu elemen tanah, elemen air, elemen api dan elemen angin. Disebut juga sebagai materi primer.

Mahaggata
Luhur, yang lebih tinggi. Secara harfiah berarti "pergi menuju ke kualitas yang besar." Disebut sebagai kesadaran yang lebih tinggi karena kesadaran ini bebas dari rintangan batin atau karena kesadaran ini hanya bisa dicapai oleh meditator (yogī) yang besar/hebat.

Māna
Kesombongan

Mānānusaya
Kecenderungan laten akan kesombongan.

Nāmapaññatti
Konsep-nama.

Nāmarūpa
Batin-dan-jasmani.

Nibbāna
Kepadaman; pemadaman total; kehancuran keserakahan, kebencian dan delusi yang merupakan tujuan tertinggi semua Buddhis.

Nibbida
Ketidak-tertarikan, rasa jijik.

Niraya
Neraka

Nirodha samāpatti.
Pencapaian-kelenyapan; pencapaian meditatif yang menghentikan proses batin-dan-jasmani untuk sesaat.

Nissatanijjiva
Bukan-makhluk dan bukan jiwa.

Okkantikāpīti
Kegembiraan yang berulang-ulang.

Paccekabuddha
Buddha yang tidak mengajar; Paccekabuddha hanya muncul pada saat tidak ada Buddhasāsana.

Pañcakāmaguṇa
Jalinan nafsu-pancaindra.

Pañcanīvaraṇa
Lima rintangan-batin, yaitu kāmacchanda (hasrat-inderawi), byāpāda (pikiran-jahat), thina,middha (kemalasan dan kantuk), uddhacca,kukkucca (kegelisahan dan penyesalan) dan vicikicchā (keragu-raguan).

Pañcasīla
Lima aturan moralitas Buddhis yaitu menghindari untuk tidak membunuh, mencuri, berzinah, berbohong dan mabuk-mabukan.

Paññā
Kebijaksanaan

Papañca
Proliferasi atau perkembangbiakan mental, yaitu dhamma yang memperpanjang eksistensi makhluk di dalam saṃsāra. Istilah ini merujuk kepada taṇhā, māna dan diṭṭhi.

Parinibbāna
Pemadaman lengkap, yaitu padamnya agregat sehingga tidak memunculkan kelahiran yang baru lagi; pembebasan akhir.

Pariyatti
Tipiṭaka; mempelajari dan menguasai Tipiṭaka.

Passaddhi
Ketenangan atau kedamaian batin.

Paṭibhāga nimitta
Tanda-serupa; tanda yang merupakan objek jhāna.

Paṭighānusaya
Kecenderungan laten akan kebencian.

Paṭimokkha
Kumpulan peraturan disiplin monastik.

Paṭipatti
Latihan atau praktik meditasi.

Paṭisandhi viññāṇa
Kesadaran penyambung-kelahiran-kembali.

Paṭivedha
Penembusan Empat Kebenaran Mulia.

Pettivisaya
Alam hantu kelaparan.

Pharaṇapīti
Jenis kegembiraan yang meresap ke seluruh tubuh. Kegembiraan jenis inilah yang dimaksud sebagai faktor jhāna.

Phassa
Kontak

Poṭṭhabba
Benda berwujud.

Putthujjana
Manusia biasa, manusia kebanyakan (yang belum tercerahkan), manusia yang banyak membangkitkan kekotoran-batin.

Rūpabhūmi
Tingkatan alam materi-halus; terdiri dari enam belas alam Brahmā materi-halus.

Rūparāga
Hasrat terhadap kehidupan di alam materi-halus.

Rūpāvacara citta
Kesadaran lingkup-materi-halus.

Rūpāvacara jhāna
Jhāna tingkatan materi-halus.

Sabbaññutā
Kemahatahuan, salah satu kualitas yang dimiliki oleh Buddha.

Sabhava
Sifat alamiah bawaan.

Sabhāvalakkhaṇa
Karakteristik atau sifat alamiah/individual.

Saddhā
Keyakinan.

Sakkāyadiṭṭhi
Pandangan-salah tentang identitas diri.

Samādhi
Keheningan, konsentrasi.

Sāmaññalakkhaṇa
Karakteristik umum dari fenomena yang berkondisi, yaitu anicca (tidak kekal), dukkha (penderitaan, tidak memuaskan) dan anatta (bukan-Diri)

Samatha
Meditasi ketenangan/keheningan.

Sammāsambuddha
Makhluk yang tercerahkan secara sempurna atas usahanya sendiri.

Sampayuttapaccaya
Pengkondisian asosiasi / persekutuan.

Saṃsāra
Siklus kelahiran-dan-kematian.

Saṃyojana
Belenggu, yaitu faktor-faktor mental yang membelenggu seseorang ke dalam saṃsāra.

Saṅgha
Komunitas para monastik.

Saṅkhārupekkhā ñāṇa
Pengetahuan tentang netralitas terhadap formasi-formasi.

Saṅkhatalakkhaṇa
Karakteristik dari fenomena yang berkondisi, yaitu muncul-bertahan-lenyap (uppāda-ṭhiti-bhaṅga).

Saññā
Persepsi

Sāsana
Ajaran (Buddha).

Sati
Perhatian-penuh.

Satta bhojjhaṅga
Tujuh faktor pencerahan, yaitu sati, dhammavicaya, viriya, pīti, passaddhi, samādhi dan upekkhā.

Sekkha
Siswa suci (non Arahat) yang-masih-harus-berlatih, yaitu Sotāpanna, Sakadāgāmī dan Anāgāmī.

Sīla
Moralitas, sifat, kebiasaan.

Sīlabbataparāmāsā
Kemelekatan terhadap ritus dan ritual.

Somanassavedanā
Perasaan sukacita.

Sotāpanna
Pemenang arus merujuk kepada seseorang yang telah masuk ke dalam arus Jalan Mulia Berunsur Delapan melalui kemunculan Buah yang pertama; tingkat kesucian pertama di dalam Buddhisme.

Sotāpatti
Pengarungan Arus.

Sotāpattiphala
Buah Pengarungan Arus. Dengan lenyapnya kesadaran ini maka seseorang berubah silsilah, dari awalnya adalah seorang biasa berubah menjadi seorang suci atau Sotāpanna.

Sotaviññāṇa
Kesadaran-telinga. Kesadaran ini berfungsi untuk mendengar.

Sukhavedanā
Perasaan nikmat.

Sukkhavipassaka
Vipassanā kering. Istilah untuk jenis vipassanā tanpa jhāna.

Sutta
Ceramah, khotbah.

Taṇhā
Nafsu-keinginan.

Tathāgata
Yang telah pergi ke tempat yang baik.

Tebhūmaka
Tiga tingkatan; istilah yang merujuk kepada tiga tingkatan kesadaran yaitu lingkup-indriawi, lingkup materi-halus dan lingkup non-materi.

Thiti
Keberlangsungan, bertahan.

Ṭīkā
Subkomentar.

Tipiṭaka
Tiga Keranjang yang berisi Vinaya Piṭaka, Sutta Piṭaka dan Abhidhamma Piṭaka; kitab suci agama Buddha.

Tiracchānayoni
Kerajaan binatang.

Tiratana
Tiga permata, yaitu Buddha, Dhamma dan Saṅgha.

Ubbegāpīti
Kegembiraan yang mengangkat, melambungkan.

Uddhacca
Kegelisahan.

Uggahanimitta
Tanda-latihan; objek untuk meditasi samatha.

Upacāra samādhi
Konsentrasi akses, konsentrasi yang merupakan tetangganya jhāna.

Upādāya rūpa
Materi yang berasal dari elemen-besar; materi sekunder.

Upekkhāvedanā
Perasaan netral.

Uppāda
Muncul

Vacīdvāra
Pintu-ucapan.

Vacīkamma
Kamma yang muncul melalui pintu ucapan.

Vaciviññatti
Pemberitahuan melalui isyarat ucapan.

Vedanā
Perasaan.

Vicāra
Penerapan-terus-menerus.

Virāga
Tanpa-nafsu, keadaan batin yang tidak tertarik kepada objek. Virāga adalah tahapan yang dicapai oleh seorang yogī yang sudah melihat karakteristik umum dari batin-dan-jasmani.

Viriya
Usaha, energi.

Vitakka
Penerapan awal.

Yathābhūta
Sesuai realitas.

Yogī
Seorang yang berlatih meditasi.

Yonisa manasikara
Sikap-batin-yang-benar; perhatian yang bijaksana.
X