K9. Pāramī (9): Mettā

/ 17 Sep 2017 / In Senior 4 / By
Download "Pāramī (9): Mettā" SLIDE_PS_SEN4_K9_PARAMI9.pdf - Downloaded 154 - 156.1 KB

 

Pada tanggal 17 September 2017, kelas Pariyatti Sāsana kali ini bertemakan tentang Pāramī yang ke-9, yaitu Mettā (cinta kasih). Cinta kasih menyempurnakan kebulatan tekad untuk berbuat demi kebaikan makhluk lain. Dengan cinta kasih, maka tekad kita tidak mudah goyah; sehingga jadilah “kebulatan tekad”.

Empat batasan Mettā yaitu:
– Karakteristik: Perwujudan kualitas hati yang membawa manfaat untuk makhluk lain.
– Fungsi: Menyediakan diri demi manfaat makhluk lain.
– Manifestasi: Penyingkiran kemarahan.
– Sebab terdekat: Melihat kualitas makhluk yang memikat hati.

Perenungan Mettā:
– “Mengembangkan sifat yang mementingkan diri sendiri tidak akan pernah bisa membahagiakan kita, baik di kehidupan saat ini, maupun di kehidupan mendatang.”
– “Saya tidak akan bisa memberikan manfaat untuk makhluk lain hanya dengan bertekad saja. Saya akan berjuang untuk mewujudkannya!”
– “Tanpa mereka, saya tidak akan pernah bisa memenuhi komponen pencerahan. Mereka adalah ladang yang bagus untuk kebajikan, untuk menanam akar-akar kebajikan, objek yang baik untuk mengembangkan hati yang penuh kasih!”

Tiga Jenis Cinta:
1. Taṇhā Pema (cinta antara suami-istri dll)
2. Gehasita Pema (cinta yang berlandaskan kehidupan bersama dalam satu rumah)
3. Mettā Pema (cinta kasih universal)

Mettā Pāramī:
– Cinta kasih tanpa batas yang merupakan kualitas orang suci/ mulia
– Semua orang mempunyai benih mettā.
Taṇhā pema dan gehasita pema adalah benih mettā yang masih belum berkembang.

Mettāsutta (AN 11.15)
“Wahai para bhikkhu, ketika pembebasan batin oleh cinta kasih telah dipraktikkan, dikembangkan, diulang-ulang, dijadikan kebiasaan, dijadikan landasan, dikokohkan dan senantiasa dilaksanakan, sebelas manfaat ini bisa didapatkan. Apa saja?

Sebelas Manfaat dari Mettā:
1. Seseorang tidur dengan hati bahagia
2. Bangun dengan hati bahagia
3. Tidak melihat mimpi yang tidak baik
4. Disukai oleh manusia
5. Disukai oleh non-manusia
6. Para dewa menjaganya
7. Api, bisa dan senjata tidak menembusnya
8. Batinnya terpusat dengan cepat
9. Raut wajahnya bersinar
10. Meninggal tanpa kebingungan dan
11. Apabila tidak menembus yang lebih tinggi maka ia mencapai alam Brahmā