Kajian Tipiṭaka

Sep 16, 2019

Nāvā artinya perahu. Perahu-perahu, di sini, hanyalah istilah yang dipakai oleh Buddha di Sutta ini untuk menjelaskan Dhamma. Sutta ini juga dikenal sebagai khotbah tentang Dhamma ( Dhammasutta).
Selengkapnya

Sep 09, 2019

332. Mereka yang senang di dalam Dhamma yang disampaikan oleh para orang suci tidak ada taranya dalam hal ucapan, pikiran dan perbuatan. Kukuh dalam kedamaian, kelembutan dan samādhi; mereka telah sampai pada esensi dari pengetahuan kitab suci dan kebijaksanaan.
Selengkapnya

Sep 01, 2019

331. Apa yang dipahami adalah esensi dari kata-kata yang dikatakan dengan indah, samādhi adalah esensi dari apa yang telah dipelajari dan dipahami. Kebijaksanaan dan pengetahuan kitab suci tidak berkembang untuk dia yang impulsif dan ceroboh.
Selengkapnya

Aug 26, 2019

330. Setelah menghancurkan canda, cakap-angin, ratap tangis, kejengkelan, perilaku yang munafik, licik, keserakahan, kesombongan, ketidaksabaran, sifat kasar, cacat dan kegilaan; seseorang hidup bebas dari keangkuhan dan hati yang teguh.
Selengkapnya

Aug 19, 2019

329) Bergembira di dalam Dhamma, senang dengan Dhamma, kukuh di dalam Dhamma, mengerti bagaimana cara menyelidiki Dhamma, seseorang tidak “mengembara” di percakapan yang merusak Dhamma, melainkan hanya yang dituntun dengan kata-kata yang telah benar-benar diucapkan dengan indah.
Selengkapnya

Aug 12, 2019

328. Setelah menanggalkan keangkuhannya, dengan sikap yang santun, seseorang pergi ke hadapan para guru pada waktu yang tepat. Seseorang hendaknya mengingat dan mempraktikkan makna, Dhamma, pengendalian diri dan kehidupan suci. (lanjutan)
Selengkapnya